Logistics cost merupakan salah satu komponen penting yang perlu diperhatikan dalam kegiatan bisnis. Biaya ini mencakup berbagai pengeluaran yang muncul selama proses perpindahan dan penyimpanan barang. Jika tidak dihitung dengan tepat, biaya logistik dapat mengurangi margin keuntungan dan membuat harga produk menjadi kurang kompetitif.
Cara menghitung logistics cost perlu dilakukan dengan melihat seluruh komponen biaya yang terlibat. Perusahaan tidak cukup hanya menghitung ongkos transportasi karena masih terdapat biaya pergudangan, penanganan barang, administrasi, hingga biaya tambahan lainnya. Dengan perhitungan yang menyeluruh, perusahaan dapat mengetahui besarnya biaya logistik secara lebih akurat.
Memahami Komponen Logistics Cost
Sebelum melakukan perhitungan, perusahaan perlu mengetahui komponen yang termasuk dalam logistics cost. Beberapa biaya yang umum muncul antara lain biaya transportasi, pergudangan, bongkar muat, pengemasan, administrasi, dan pengelolaan persediaan. Besarnya setiap komponen dapat berbeda tergantung jenis bisnis dan sistem distribusi yang digunakan.
Komponen tersebut sebaiknya dicatat secara terpisah agar perusahaan dapat mengetahui sumber pengeluaran terbesar. Pemisahan biaya juga memudahkan proses evaluasi ketika perusahaan ingin melakukan efisiensi. Dengan data yang lebih terstruktur, keputusan mengenai transportasi, gudang, maupun distribusi dapat dilakukan berdasarkan kondisi biaya yang sebenarnya.
Menghitung Biaya Transportasi
Biaya transportasi biasanya menjadi salah satu komponen terbesar dalam logistics cost. Perhitungannya dapat mencakup biaya bahan bakar, tarif kendaraan, tol, biaya pengiriman pihak ketiga, serta biaya lain yang berkaitan dengan perjalanan barang. Untuk perusahaan yang memiliki armada sendiri, biaya perawatan kendaraan juga dapat diperhitungkan.
Rumus sederhana dapat digunakan untuk mengetahui biaya transportasi per pengiriman. Caranya adalah dengan menjumlahkan seluruh biaya transportasi dalam periode tertentu, kemudian membaginya dengan jumlah pengiriman. Hasil tersebut dapat digunakan sebagai acuan untuk mengevaluasi efisiensi rute dan metode pengiriman.
Menghitung Biaya Pergudangan
Biaya pergudangan mencakup pengeluaran yang berkaitan dengan penyimpanan barang. Komponen ini dapat meliputi biaya sewa gudang, listrik, keamanan, tenaga kerja, peralatan, hingga pemeliharaan fasilitas. Besarnya biaya dapat berubah berdasarkan luas gudang dan volume barang yang disimpan.
Perusahaan dapat menghitung biaya pergudangan dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran fasilitas dalam periode tertentu. Selanjutnya, biaya tersebut dapat dibandingkan dengan jumlah barang yang disimpan atau diproses. Perhitungan ini membantu perusahaan mengetahui berapa biaya penyimpanan yang dibebankan pada setiap unit produk.
Menghitung Biaya Penanganan Barang
Penanganan barang atau material handling juga perlu dimasukkan dalam perhitungan logistics cost. Aktivitas ini dapat mencakup proses penerimaan, pemindahan, penyusunan, pengambilan, dan pengeluaran barang dari gudang. Biaya tenaga kerja serta penggunaan peralatan menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Semakin banyak aktivitas penanganan yang dilakukan, semakin besar pula biaya yang mungkin muncul. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengevaluasi alur barang di dalam gudang. Penataan lokasi penyimpanan dan penggunaan peralatan yang sesuai dapat membantu mengurangi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah.
Menghitung Biaya Persediaan
Persediaan barang juga menimbulkan biaya yang sering kali tidak terlihat secara langsung. Biaya tersebut dapat berasal dari modal yang tertahan, penyimpanan, risiko kerusakan, kehilangan, hingga barang yang mengalami penurunan nilai. Karena itu, pengelolaan persediaan menjadi bagian penting dalam pengendalian logistics cost.
Perusahaan perlu menyesuaikan jumlah persediaan dengan kebutuhan operasional. Stok yang terlalu banyak dapat meningkatkan biaya penyimpanan dan risiko kerusakan. Sebaliknya, stok yang terlalu sedikit dapat menyebabkan kekurangan barang dan mengganggu proses produksi maupun distribusi.
Menghitung Total Logistics Cost
Setelah seluruh komponen diketahui, total logistics cost dapat dihitung dengan menjumlahkan semua biaya logistik dalam periode tertentu. Secara sederhana, rumusnya adalah biaya transportasi ditambah biaya pergudangan, penanganan barang, persediaan, administrasi, dan biaya logistik lainnya.
Contohnya, sebuah perusahaan mengeluarkan biaya transportasi Rp10 juta, pergudangan Rp5 juta, penanganan barang Rp3 juta, dan biaya administrasi Rp2 juta dalam satu bulan. Total logistics cost perusahaan tersebut adalah Rp20 juta. Angka tersebut kemudian dapat dibandingkan dengan penjualan atau volume barang untuk mendapatkan indikator biaya yang lebih relevan.
Menghitung Logistics Cost per Produk
Selain menghitung total biaya, perusahaan dapat menghitung logistics cost berdasarkan jumlah produk. Cara ini membantu mengetahui seberapa besar biaya logistik yang melekat pada setiap unit barang. Informasi tersebut dapat digunakan dalam menentukan harga jual dan mengevaluasi keuntungan produk.
Rumus sederhananya adalah total logistics cost dibagi jumlah unit barang yang diproses atau dikirim. Sebagai contoh, apabila total biaya logistik mencapai Rp20 juta dan perusahaan mengirim 4.000 unit barang, maka logistics cost per unit adalah Rp5.000. Perhitungan ini dapat membantu perusahaan melihat efisiensi distribusi secara lebih terukur.
Mengendalikan Logistics Cost
Menghitung logistics cost bukan hanya bertujuan mengetahui jumlah pengeluaran. Data tersebut juga dapat digunakan untuk menemukan peluang penghematan. Perusahaan dapat membandingkan biaya antarperiode, mengevaluasi rute pengiriman, mengoptimalkan kapasitas kendaraan, dan memperbaiki sistem penyimpanan barang.
Pengendalian biaya logistik sebaiknya dilakukan secara menyeluruh karena satu keputusan dapat memengaruhi komponen lainnya. Pengurangan biaya transportasi, misalnya, tidak selalu menghasilkan efisiensi apabila menyebabkan waktu pengiriman semakin lama. Karena itu, pengelolaan logistik perlu mempertimbangkan biaya, waktu, risiko, dan kualitas layanan secara bersamaan. Pembahasan lebih luas mengenai pengelolaan biaya dan risiko dapat dibaca melalui manajemen logistik, biaya, risiko, regulasi, dan kepatuhan.
Cara menghitung logistics cost dilakukan dengan mengidentifikasi seluruh biaya yang muncul dalam aktivitas logistik. Komponen tersebut dapat meliputi transportasi, pergudangan, penanganan barang, persediaan, administrasi, dan biaya pendukung lainnya. Setelah seluruh data terkumpul, perusahaan dapat menjumlahkannya untuk mengetahui total biaya logistik.
Perhitungan yang dilakukan secara rutin dapat membantu perusahaan mengendalikan pengeluaran dan meningkatkan efisiensi operasional. Logistics cost juga dapat dihitung berdasarkan jumlah produk sehingga perusahaan mengetahui biaya logistik per unit. Dengan pengelolaan yang tepat, data biaya logistik dapat menjadi dasar untuk mengambil keputusan bisnis yang lebih terukur.
